Buddhism Bar

Perpustakaan buddhism.

Menjadi Buddha (Part 4): Menjadi Anagami

Posted by Lord Bharadvaja pada Maret 5, 2011

Anagami magga adalah mutant yang sudah selesai bekerja menghancurkan 5 rintangan kesucian, tinggal menunggu perubahan dirinya.
* Kepercayaan akan adanya diri yang abadi (Sakkāya-diṭṭhi)
* Meragukan ajaran buddha dhamma (Vicikicchā)
* Melekat pada sila dan ritual (Sīlabbata-parāmāsa)
* Nafsu 6 indra (Kāma-rāga)
* kebencian dan niat jahat (Vyāpāda)
Anagami phala adalah seseorang yang sudah mendapat buahkamma dari prakteknya sehingga mengubah dirinya menjadi seorang Anagami.

Inilah cara:
I. Mencapai anagami magga: Jangan mencari kebahagiaan dari upadhi (perolehan 6 indra).
2. Mencapai anagami phala: Berdhammanupassanasatipatthana atas point:
– nafsu berpikir hal-hal yang merosotkan batin.
– nafsu melihat yang indah-indah.
– nafsu mendengar suara yang merdu.
– nafsu mencium aroma yang harum.
– nafsu mengecap rasa enak.
– nafsu menyentuh tekstur bagus.
Berdhammanupassanasatipatthana (Sadar saat obyek ada. Saat obyek tak ada. Saat obyek muncul. Saat obyek lenyap. Saat obyek tak akan muncul lagi untuk selamanya) terus sampai membentuk putaran energy hingga akhirnya jadi Anagami.

Tulisan terkait:
Menjadi Buddha (Part 1): Menjadi Upasaka
Menjadi Buddha (Part 2): Menjadi Bhikkhu
Menjadi Buddha (Part 3): Menjadi Ariya

Bagian terakhir yaitu part 5 (menjadi Arahat) akan saya tuliskan satu tahun lagi.

3 Tanggapan to “Menjadi Buddha (Part 4): Menjadi Anagami”

  1. Bicara soal lain, inilah 10 Belenggu Mental yang terkait dengan soal menjadi makhluk suci tingkat Sotapanna, Sakadagami, Anagami, dan Arahat:
    10 Belenggu mental:
    1. Pandangan sesat tentang adanya pribadi, jiwa atau aku yang kekal (sakkaya-ditthi).
    2. Keragu-raguan yang skeptis pada Buddha, Dhamma, Sangha, dan tentang kehidupan lalu dan kehidupan mendatang, juga tentang hukum sebab akibat (vicikicch).
    3. Kemelekatan pada suatu kepercayaan bahwa hanya dengan melaksanakan aturan-aturan dan upacara keagamaan seseorang dapat mencapai kebebasan (silabbata-parmsa).
    4. Nafsu indriya (kama-raga).
    5. Dendam atau dengki (vyapada).
    6. Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam bentuk (rupa-raga).
    7. Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam tanpa bentuk (arupa-rga).
    8. Perasaan untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain (mana).
    9. Kegelisahan (uddhacca). Suatu kondisi batin yang haus sekali karena yang bersangkutan belum mencapai tingkat kebebasan sempurna (arahat).
    10. Kebodohan atau ketidak-tahuan (avijj).
    Lima samyojana (1 – 5) dikenal sebagai lima belenggu rendah atau Orambhgiya-samyojana.
    Lima samyojana berikut yaitu samyojana 6 – 10 dikenal pula dengan nama belenggu tinggi atau Uddhambhgiya-samyojana.
    Orambhgiya-samyojana dan Uddhambhgiya-samyojana telah dimusnahkan oleh Arahat.

  2. Arahat, artinya: “Bhikkhu yang sempurna.”
    Arahat Magga: Bhikkhu yang sudah selesai bekerja atas 10 belenggu batin.
    Arahat Phala: Bhikkhu yang bertransformasi karena hancurnya 10 belenggu batin dan disebut Buddha (Yang Tercerahkan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: